BUNTOK- Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Talang,
kecamatan Dusel, kabupaten Barito Utara (Barsel) menggelar kegiatan ritual adat
Manyanggar (Mamparasih Lebu). Ritual Manyanggar ini dilaksanakan sejak tanggal 3-4
Desember 2025.
Ketua panitia pelaksanan Manyanggar (mamparasih
lebu/membersihkan desa) desa Muara Talang, Yuseran S,Pd yang juga Kepala Desa
setempat mengatakan kegiatan ritual Dayak Manyanggar ini ditradisikan
oleh masyarakat Dayak karena mereka percaya bahwa dalam hidup di dunia, selain
manusia juga hidup makhluk halus.
Menurut ketua panitia, upacara ritual adat Dayak Manyanggar merupakan
bagian tak terpisahkan dalam keseharian warga Dayak. Suku Dayak senantiasa
melestarikan adat ini. Manyanggar adalah sebuah acara adat yang tujuannya doa
keselamatan bagi pelaksanaan suatu pekerjaan.
“Dalam acara ini juga ada acara pengusiran
terhadap roh jahat yang berpotensi mengganggu pekerjaan,” katanya belum lama
ini di Buntok.
Dijelaskannya, ritual adat Manyanggar ini
paling lambat digelar sebulan setelah dilaksanakan pra Manyanggar. Ritual
dipimpin seorang Mantir adat dengan rapalan doa dalam bahasa Dayak.
Aneka bentuk dan jenis makanan tersaji dalam dua buah tempat yang secara adat
disebut samburup.
Dikatakan ketua panitia yang juga Kades Muara
Talang Yuseran, sebelum kegiatan Manyanggar Lebu ini terlebih dahulu
dilakukan persiapan seperti meminta izin keramaian untuk mengumpulkan orang
banyak kepada pihak keamanan.
Pada pelaksanaannya, kata Kades Muara Talang, para
pengunjung wajib menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Dan bagi pemilik
warung atau pedagang dan pengunjung agar menjaga kebersihan bersama.
“Dan bagi oknum yang melakukan atau melanggar
serta membuat keributan di saat pelaksaaan ritual Manyanggar tengah
berlangsung akan dikenakan sanksi dan didenda sesuai dengan peraturan yang
berlaku,” tandasnya sekaligus mengakhi.(dgd)
