Buntok — Menjelang berakhirnya Tahun 2025,
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melakukan peninjauan ke sejumlah
fasilitas publik dan pusat ekonomi untuk memastikan stabilitas harga dan
kesiapan pelayanan masyarakat.
Tinjauan dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati
Barsel, didampingi Pj Sekda, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, serta Kapolres
Barsel.
Pj Sekda Barsel Ita Minarni menyampaikan bahwa
beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga, seperti cabai dan daging
ayam.
“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan apakah
harga stabil atau mengalami kenaikan tajam menjelang akhir tahun,” ujarnya.
Rombongan juga meninjau pelabuhan untuk memantau
arus penumpang serta harga tiket. Menurut Ita, jumlah penumpang meningkat,
namun tarif tetap stabil.
Peninjauan berlanjut ke Bulog dan BPPD. Dari
laporan BPPD, sekitar 800 paket bantuan telah disiapkan untuk masyarakat
terdampak banjir, sesuai instruksi Bupati agar penyaluran dilakukan segera.
Di Puskesmas, Ita turut menyoroti beberapa ruangan
yang dinilai tidak layak. Ia memastikan pembangunan ruang layanan baru
bertingkat serta rumah dinas dokter telah dianggarkan untuk tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Bulog Barsel Fariz Jaya
Permana memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berada dalam kondisi
aman. Tercatat 834 ton beras tersedia dan cukup untuk kebutuhan Barsel serta
Barito Timur selama 4–5 bulan. Stok jagung mencapai 47 ton, sementara gula dan
minyak goreng juga dinilai aman.
Adapun stok daging saat ini kosong akibat pemasok
di Palangka Raya tidak memiliki ketersediaan.
“Kami tetap berupaya mencari pemasok lain sambil
menunggu distribusi dari Kanwil,” jelas Fariz.
Fariz menambahkan bahwa penyaluran jagung tetap
mengikuti ketentuan pemerintah. Namun Bulog terus berkoordinasi agar kebutuhan
masyarakat tetap terpenuhi.
“Ketersediaan beras, gula, dan minyak goreng
semuanya aman. Kami berkomitmen menjaga stabilitas pangan di Barsel,” tandasnya
sekaligus mengakhiri.(dgd)
