Menyikapi Keluhan Masyarakat, Disperindag Beserta Tim Sidak Ke Tiga SPBU
BUNTOK- Menyikapi keluhan masyarakat sejak sepekan
terakhir terkait, padatnya antrian ditiap SPBU sehingga cepat tutup serta harga
eceran yang ikut naik di tingkat eceran.
Kepala Dinas UKM Perindustrian dan Perdagangan
Barsel Harmito, Spd, MM beserta tim terkait turun langsung ke tiga SPBU yang
ada di kota Buntok, untuk lakukan sidak melihat apa saja permsalahan yang
membuat SPBU banyak antrian dan kadang sering cepat tutup dari seperti hari
biasanya.
“Kita hari ini bersama Timt turun sidak turun
langsung ke semua SPBU untuk dapat melihat langsung apa saja hal penyebap
hingga persoalan ini terjadi,” kata Harmito di SPBU Sababilah Buntok, Jumat
(17/4/26).
Ia juga mengatakan, bahwa hampir semua penyebap
terjadinya hal ini lantaran di tiga SPBU mendapat batasan kiriman 8ooo kilo
setiap kali pengiriman dan itu yang mereka jual kembali.
“Sehingga dengan padatnya antrian stok minyak yang
ada sudah bisa dipastikan siang sudah habis karena adanya pembatasan kiriman
dari pihak pertamina,” ujar Harmito
Ia juga mengimbau agar kepada semua POM atau SPBU
yang ada untuk bisa bijak membagi minyak yang sudah ada kepada masyarakat agar
tidak ada yang terkecewakan.
Ditambahkan olehnya bahwa pihaknya juga sudah
kordinasi kepada Pj Sekda Barsel terkait giat hari ini dan hasilnya akan
langsung dilporkan agar bisa segera mungkin bisa kembali dibahas.
“Kita akan lakukan pembahasan secepat mungkit
terkait akan harga jual agar tidak menyulitkan masyarakat dan merupakan harga
Het nantinya dikalangan pengecer dan kiranya bisa dituruti kepada semua
pengecer jika sudah keluar harga Het yang nantinya aka ditetapkan,”tandas
Harmito.
Sementara Pengelola SPBU Sababilah Buntok Visal
mengatakan, bahwa minyak yang ada bukan karena adanya kelangkaan karena ada isu
kenaikan BBM namun karena adanya pembatasan kiriman dari Pertamina sana.
“Minyak yang kita terima dalam sekali pengiriman
hanya separo dari truk tangki 16 ribu liter itu yakni 8 ribu liter dan itu yang
kita jual sehingga dengan banyaknya antrian kerap belum setengah hari sudah
habis,” pungkas Visal.(digdo)
