BUNTOK– Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak nyata terhadap geliat ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Buntok.
Salah satu unit usaha yang merasakan dampak
positif tersebut adalah Toko Sani Sumber Berkah, sebuah usaha dagang yang telah
berdiri sejak tahun 2010 di kawasan Pasar Beringin.
Pasangan suami istri selaku pemilik, Nurhasani dan
Syafaah, mengungkapkan bahwa kehadiran program nasional ini menjadi katalisator
bagi peningkatan volume produksi usaha mereka. Seiring dengan dipercayanya toko
mereka sebagai salah satu penyokong kebutuhan bahan baku dalam skema MBG, skala
operasional harian mengalami eskalasi yang signifikan.
Peningkatan Volume Produksi dan Omzet. Sebelum
program MBG berjalan, Toko Sani Sumber Berkah mencatat rerata produksi harian
di angka 200 kilogram. Namun, pasca integrasi ke dalam ekosistem pendukung
program gizi tersebut, angka produksi melonjak menjadi 250 kilogram per hari.
Peningkatan volume produksi ini berbanding lurus
dengan pertumbuhan pendapatan usaha. "Omzet kotor yang sebelumnya berada
di kisaran Rp4 juta per hari, kini mengalami kenaikan menjadi rata-rata Rp5
juta per hari," ujar pihak pengelola saat ditemui di lokasi usaha.
Dampak Sosial: Penyerapan Tenaga Kerja Lokal. Selain pertumbuhan dari sisi finansial, Toko Sani Sumber Berkah juga turut berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja. Guna mengimbangi beban kerja yang meningkat akibat permintaan ekstra dari program MBG, toko ini telah menambah jumlah personel.
Unit usaha yang semula digerakkan oleh 6 orang
karyawan, kini telah berkembang dengan total 8 orang tenaga kerja. Penambahan 2
karyawan baru tersebut sepenuhnya direkrut dari masyarakat sekitar, sejalan
dengan visi pemberdayaan ekonomi lokal yang diusung oleh pemerintah.
Eksistensi Sejak Dekade Lalu. Toko Sani Sumber
Berkah merupakan salah satu usaha yang memiliki rekam jejak panjang di Pasar
Beringin. Beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 13.00 WIB, toko ini
telah mempertahankan konsistensi pelayanannya selama lebih dari 14 tahun.
Keberhasilan toko ini dalam beradaptasi dengan
permintaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi purwarupa bagi
pelaku UMKM lainnya di Kota Buntok. Program ini tidak hanya bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga terbukti efektif menjadi
instrumen pengungkit bagi kesejahteraan pedagang lokal dan menciptakan lapangan
pekerjaan baru di tingkat akar rumput.
“Harapannya Semoga program ini terus berlanjut
hingga akhir masa bakti beliau Pa Presiden ) & terus menjadi semakin baik,”
kata pak sani sekaligus mengakhiri.(digdo)
